The relationship between diet patterns and physical activity with the incidence of overweight in adolescents at SMAN 8 Maros
Abstract
Background: Adolescents are a vulnerable age group prone to nutritional problems, particularly overweight and obesity, which often result from an imbalance between energy intake and energy expenditure. Dietary patterns high in energy and fat but low in fiber, combined with insufficient physical activity, contribute to the rising prevalence of overweight and obesity. Preliminary data at SMAN 8 Maros showed that 10.13% of students were overweight and 9.03% were obese. Objective: This study aimed to examine the relationship between dietary patterns and physical activity with the incidence of overweight among adolescents at SMAN 8 Maros. Methods: This research employed a quantitative design with a case-control approach. A total of 82 students from grades X and XI were selected using simple random sampling, with a 1:1 ratio between the case group (41 students with overweight/obesity) and the control group (41 students with normal nutritional status). Dietary data were collected using 2x24-hour food recall and Food Frequency Questionnaire (FFQ), while physical activity was measured using the Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ). Data were analyzed using the Spearman rank correlation test. Results: Statistical analysis revealed a significant relationship between dietary intake including energy (p=0.000), protein (p=0.006), fat (p=0.008), and carbohydrate (p=0.002)—and the incidence of being overweight. In contrast, no significant association was found between the frequency of main meal and processed food consumption (p=0.828 & p=0.824) and overweight incidence. Physical activity demonstrated a significant correlation (p=0.002) with being overweight. Conclusion: Dietary intake (energy, protein, fat, carbohydrates) and physical activity are significantly associated with being overweight among adolescents. However, no significant relationship was observed between meal frequency and overweight incidence among adolescents at SMAN 8 Maros.Downloads
References
World Health Organization. Adolescent health. WHO; 2024.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia 2018. Jakarta: Kemenkes RI; 2018.
World Health Organization. Obesity and overweight. WHO; 2024.
World Health Organization. Global report on childhood obesity 2022. Geneva: WHO; 2022.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Jakarta: Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan; 2023.
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Riskesdas Provinsi Sulawesi Selatan 2018. Jakarta: Kemenkes RI; 2018.
Fatimah N, et al. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kelebihan berat badan pada remaja. J Gizi Indones; 2023.
Praditasari R, Sumarmik. Aktivitas fisik dan keseimbangan energi. J Kesehatan Masyarakat; 2018.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Ayo Bersatu Kita Cegah dan Obati Obesitas [Internet]. Jakarta: Kemenkes RI; 2022 [cited 2025 Oct 22]. Available from: https://link.kemkes.go.id/multi/Links/lists/KIEHOS2022
Rachmayani N, et al. Pola konsumsi fast food dan minuman manis pada remaja di Indonesia. J Nutr Health; 2021.
Kusumawardani D, et al. Hubungan pola makan dan status gizi pada remaja. Media Gizi Indonesia; 2020.
Nur Aini L, et al. Asupan energi dan status gizi remaja di Yogyakarta. J Gizi Klinik; 2019.
Pajriyah S, Sulaeman ES. Hubungan pengetahuan gizi dan aktivitas fisik terhadap kejadian kelebihan berat badan. J Nutr Health; 2021.
Wahyuningsih E, Pratiwi I. Hubungan aktivitas fisik dengan kejadian kegemukan pada remaja di Poltekkes Mataram. J Gizi dan Pangan; 2019.
Roring NM. Aktivitas fisik dan status gizi remaja. J Gizi dan Pangan; 2020.
Natalia M. Dampak psikologis obesitas pada remaja. J Psikologi Kesehatan; 2021.
Kusumastuti D, et al. Metodologi penelitian kuantitatif. Jakarta: UI Press; 2020.
Zuraidah N. Desain penelitian case-control. Med J Public Health; 2018.
Kementerian Kesehatan RI. Peraturan Menteri Kesehatan No. 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak. Jakarta: Kemenkes RI; 2020.
Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Gizi Seimbang. Jakarta: Kemenkes RI; 2017.
Musyayyib R, Hartono R, Pakhri A. Analisis pola makan dan frekuensi konsumsi pangan. J Nutr Indones; 2017.
Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi (WNPG). Angka Kecukupan Gizi. Jakarta: LIPI Press; 2012.
World Health Organization. Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) Analysis Guide. Geneva: WHO; 2021.
Notoatmodjo S. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta; 2010.
Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: Alfabeta; 2013.
Kusumaatmaja DK, Hidayati L, Zulaekah S. Hubungan Antara Asupan Energi, Protein Dan Lemak Dengan Status Gizi Pada Remaja Putri di Kota Surakarta. PREPORTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2025.
Rokhmah F, Lailatul M. Hubungan Tingkat Kecukupan Energi Dan Zat Gizi Makro Dengan Status Gizi Siswi SMA Di Pondok Pesantren Al-Izzah Kota Batu. Media Gizi Indonesia. 2016.
Wijayanti A, Mulyani AM. Hubungan Stres, Perilaku Makan, dan Asupan Zat Gizi dengan Status Gizi pada Mahasiswa Tingkat Akhir. Journal of Nutrition College. 2019;8(1):1–8.
Ristanti IK, Anggraeni DA. Hubungan Asupan Protein Dengan Status Gizi Pada Remaja Putri Di Pondok Pesantren, Kabupaten Tuban. Jurnal Mitra Kesehatan (JMK). 2024;6(2):139–147.
Sari N, Nurhartanto A, Adyas A. Hubungan Asupan Zat Gizi Makro dan Pengetahuan Gizi Seimbang Dengan Status Gizi pada Siswa SMA Negeri 1 Tegineneng. JETISH: Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health. 2025.
Rahayu NU. The Relationship between Energy Intake and Macronutrient Intake on the Incidence of Obesity in Adolescents. Journal of Community Health. 2025.
Lisnawati L, Ansar A, Abdurrahman LT. Asupan Makan Dengan Kejadian Obesitas Pada Remaja Di SMA Katolik Santo Andreas Palu. Promotif Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2016.
Cahyani TD, Puspitasari DI, Sabini D. Hubungan Asupan Zat Gizi Makro dan Frekuensi Makan dengan Status Gizi pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan. 2024.
Fauziah LR, Isna V. Hubungan Konsumsi Sayuran Dan Buah, Asupan Zat Gizi Makro Dan Aktivitas Fisik Dengan Status Gizi Remaja. Journal Health and Nutritions. 2023;9(2):101–113.
Mufidah A, Dewi B. Referensi dan Frekuensi Konsumsi Makanan Tradisional dan Cepat Saji pada Remaja di Provinsi Bali. Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya. 2024;8(2):105–118.
Mutawakillah H, Rahmah S. Hubungan antara Konsumsi Ultra-Processed Food dengan Status Gizi: Studi Potong Lintang pada Mahasiswa Kesehatan Masyarakat UIN Jakarta. Jurnal Gizi Dietetik. 2025.
Sativa O, Maulidya T. Hubungan Intensitas Penggunaan Media Sosial, Kualitas Tidur, Dan Frekuensi Konsumsi Fast Food dengan Kejadian Gizi Lebih Pada Remaja 19–21 Tahun di Twitter. Jurnal Ilmiah Gizi Kesehatan. 2022;49–55.
Laili PMW, Mulyana L. Hubungan Frekuensi Konsumsi Junk Food, Status Gizi, dan Massa Lemak Tubuh dengan Usia Menarche pada Anak Sekolah. Media Gizi Kesmas. 2024.
Fortuna A, Mulyani AM. The Relationship Between the Frequency of Food Consumption, Physical Activity and The Nutritional Status of Adolescents During the Covid-19 Pandemic. Jurnal Gizi dan Kesehatan. 2022;309–316.
Mutia A, Jumiyati, Kusdalinah. Pola Makan Dan Aktivitas Fisik Terhadap Kejadian Obesitas Remaja Pada Masa Pandemi Covid-19. Journal of Nutrition College. 2022;26-34.
Purwaningsih G, Sumarni S. Hubungan Pola Makan dan Aktivitas Fisik dengan Status Gizi pada Remaja di SMA Muhammadiyah 7 Sutorejo Surabaya. Media Gizi Kesmas. 2022;399–406.
Submitted
Copyright (c) 2026 firdhawaty firdhawaty, St Masithah, Siti Uswatun Hasanah, Andi Rahmaniar MB

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
World Nutrition Journal provides immediate open access to its content under the Creative Commons Attribution License (CC BY 4.0). This permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original work is properly cited.







